Apakah saya tidak bermimpi

  • Untuk menyelamatkan generasi-generasi berikutnya dari bencana perang, yang dua kali dalam hidup kita telah membawa kesedihan yang tak terhitung bagi umat manusia, dan
  • untuk menegaskan kembali keyakinan pada hak asasi manusia yang fundamental, dalam martabat dan nilai pribadi manusia, dalam hak yang setara antara pria dan wanita dan negara-negara besar dan kecil, dan
  • untuk menetapkan kondisi di mana keadilan dan penghormatan terhadap kewajiban yang timbul dari perjanjian dan sumber hukum internasional lainnya dapat dipertahankan, dan
  • untuk mempromosikan kemajuan sosial dan standar kehidupan yang lebih baik dalam kebebasan yang lebih besar,

Presiden Joko Widodo

Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, kita ingin melakukan pendekatan yang berbeda di bidang pendidikan. Disrupsi teknologi harus disikapi, manajemen besar pendidikan di Tanah Air harus dikelola dengan teknologi tanpa menggeser tujuan dari pendidikan kita yaitu membangun karakter dan jati diri bangsa.

Untuk menghasilkan lompatan kemajuan dalam pendidikan nasional itu, dibutuhkan figur yang berani mendobrak hal-hal yang monoton.

Dengan begitu, kita memiliki harapan dan optimistis akan kemajuan yang hendak dicapai di bidang pendidikan. Selebihnya, dukungan kita dan waktu yang akan menjawabnya.

Rakyat pun bertanya apa bisa teknologi menembus batas..

Pendidikan kami menjaga perdamaian sedangkan tontonan kami hanya penderitaan apa lagi yang bisa diharapkan Dapat apakah kami darimu wahai pemimpin negeri 🤩 perjuangan kamipun dijadikan penghalang.

Takdir orang hutan yang dilarang hidup dipusat keramaian kota Jika engkau sadar tolong mengertilah arti dari kasih sayang dan perjuangan tidak diberi makan dan keperluan lainnya..

Terimakasih Alhamdulillah Kami tidak terlalu banyak berhayal untuk masa depan.Karena bagi kami cukup makan dan keperluan sehari-hari itu saja senang nya bukan di kepayang.

Rakyat desa dilarang bergabung di pemerintahan Mohon maaf jangan ada salah paham 🤝 Peraturan PBB merubah dunia untuk Masa depan.

Jangan anda salah paham

Sejujurnya sayapun ingin menyerah dan serahkan jabatan Peraturan tidak diperbolehkan dari Presiden atau Mentri juga yang lainnya tidak boleh terkait didapur pemerintahan..

Maka dari itulah saya pun masih menunggu mencari siapa yang ingin menjabat selanjutnya..

Ketahuilah hanya ada satu rakyat yang berjuang tidak berharap jabatan itulah Rakyat 🇮🇩.Alhamdulillah dunia melihat itu ahirnya terpilih menjadi Ketua di organisasi..

Sulit mencari rakyat yang tidak terlibat politik pemerintahan.Sedang kan Politics sudah pasti inginkan jabatan.

Bukan sembarang rakyat rakyat akal sehat rakyat persatuan umat.👈 Itupun kata anda boss🙏

Nikmat Allah Yang Hakiki

Mungkin ada sebagian di antara kita yang berangan-angan agar besok dapat hidup mewah dan berkecukupan. Memiliki mobil dan rumah mewah serta uang yang banyak sehingga dapat membeli apa saja yang kita inginkan. Kita pun menyangka bahwa kenikmatan itulah yang akan membuat hidup kita senang dan bahagia. Akan tetapi, benarkah demikian? Sama sekali tidak. Bahkan banyak di antara orang-orang kaya yang merasa hidupnya tidak bahagia. Hatinya merasa sempit, tidak tenang, tenteram, dan damai.  Lalu apakah nikmat Allah yang hakiki itu, yang akan membuat hidup kita ini bahagia?

Nikmat Allah yang Hakiki

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,Nikmat itu ada dua, nikmat muthlaqoh (mutlak) dan (nikmat) muqoyyadah (nisbi). Nikmat muthlaqoh adalah nikmat yang mengantarkan kepada kebahagiaan yang abadi, yaitu nikmat Islam dan Sunnah. Nikmat inilah yang diperintahkan oleh Allah kepada kita untuk memintanya dalam doa kita, agar Allah menunjukkan kepada kita jalan orang-orang yang Allah karuniakan nikmat itu padanya.” [1]

Dari keterangan singkat Ibnul Qayyim rahimahullah di atas, maka jelaslah bagi kita tentang, ”Apakah nikmat Allah yang hakiki itu?”. Nikmat Allah yang hakiki itu tidak lain dan tidak bukan adalah ketika Allah Ta’ala memberikan hidayah kepada kita sehingga kita dapat mengenal Islam dan Sunnah serta mengamalkannya. Kita dapat mengenal tauhid, kemudian mengamalkannya dan dapat membedakan dari lawannya, yaitu syirik, untuk menjauhinya. Kita dapat mengenal dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, dan dapat membedakan dan menjauhi lawannya, yaitu bid’ah. Kita pun dapat mengenal dan membedakan, mana yang termasuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan manakah yang maksiat?

Nikmat ini hanya Allah Ta’ala berikan khusus kepada hamba-hamba-Nya yang dicintai-Nya. Dengan nikmat inilah kita dapat meraih surga beserta segala kemewahan di dalamnya. Oleh karena itu, ketika shalat kita selalu berdoa,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

”Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka” (QS. Al Fatihah [1]: 6-7).

Bersyukur atas Nikmat Ilmu dan Amal Shalih

Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk bergembira dan berbahagia dengan karunia dan rahmat-Nya yang telah Dia berikan kepada manusia, berupa ilmu dan amal shalih.Allah juga mengabarkan bahwa keduanya itu lebih baik dari apa yang telah kita kumpulkan di dunia ini. AllahTa’alaberfirman,

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

”Katakanlah,’Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’”. (QS. Yunus [10]: 58)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “karunia Allah” dalam ayat di atas adalah Al Qur’an, yang merupakan nikmat dan karunia Allah yang paling besar serta keutamaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

Terimakasih

Puri A Wahid

Tinggalkan komentar